Alkimia adalah protosains blablabla, itu yang saya dapat di wikipedia
(dan di blog-blog plagiat?), dan saya kurang puas dengan informasi
tersebut…
Karena itu saya pikir kalau mau tahu alkimia lebih baik baca saja
buku alkimia, eits! tapi bukan buku-buku “tentang alkimia”, yang isinya
biasanya sudut pandang seseorang tentang alkimia, disertai
hipotesis-hipotesis sejarah, tokoh-tokoh, dll, tapi hampir-hampir tidak
berisi pengetahuan alkimia (tapi mungkin merupakan bacaan yang cocok
bagi penikmat misteri), melainkan yang dicari yang benar-benar buku
alkimia (yang ditulis oleh alkemis)
Pengennya sih belajar alkimia di salah satu perguruan tinggi negeri
mahal bergengsi, biar ada teman belajar, ada dosen pengajar, kurikulum
yang terarah, fasilitas belajar, dll, sampe dapet gelar S1 sarjana
alchemy hahaha!, mana ada jurusan begituan? (klo ada kasih tau dong)
Tapi karena sekolah alkimia adanya di luar negeri (paracelsus
college, pon seminar), maka satu-satunya cara belajar alkimia tanpa
ngurus paspor adalah dari literatur alkimia yang berformat ebook, yang
ternyata, setelah minta bantuan mbah google, berlimpah dan gratis,
tinggal donlod di jagad internet (mungkin kehendak Tuhan), atau beli
buku di amazon.com (siap-siap kartu kredit).
Buku yang enak dibaca diantaranya adalah karya-karya paracelsus dan
karya para alkemis setelah paracelsus, karena tulisan alkemis sebelum
era paracelsus biasanya susah dimengerti (tata bahasa kuno, mengandung
simbolisme berat, anagram, dan permainan kata-kata), bahkan mengandung
jebakan (kesalahan yang entah disengaja maupun tidak) yang ditujukan
untuk orang yang awam alkimia. Untuk pemula saya rekomendasikan buku
“Real Alchemy” karya Robbert A. Bartlett (yang bisa dipreview di
book.google.com), secara si alkemis (yang juga sarjana kimia) masih
hidup (jadi bisa kirim email?), bahasanya modern (bukan bahasa abad 17),
dan isinya mudah dipahami (teori & praktikal).
… ya betul, alkimia itu ada, dan alkemis masih hidup sampai sekarang,
bukan karena yang dulu hidup abadi, tapi karena muncul generasi alkemis
baru (angkatan abad 20, yang dipersenjatai termometer digital dan
hotplate dengan thermostat, hahaha)
Setelah membaca buku-buku alkimia, saya dengan senang hati akan
mengecewakan para penggemar FullMetal Alchemist diluar sana, bahwa,
alkimia yang sebenarnya bukanlah seperti yang di itu komik, tidak pakai
menggambar lingkaran dan bertepuk tangan, tidak pakai korban
daging/nyawa, yang di itu komik malah lebih mirip magick daripada
alkimia (walaupun magick mungkin bisa dipakai membantu alkimia… kompor
magick misalnya?), dan alkimia yang sebenarnya mungkin di hati para fans
FMA akan bersinonim dengan kata “membosankan” atau “merepotkan” (tapi
jangan salah lo, saya juga suka itu komik, keren)
Dan saya tahu di buku harry sang potter juga terdapat nama nicholas
flamel, seperti halnya di buku the alchemyst (michael scott), namun
kedua buku itu sama saja dengan FMA, yaitu: fiksi fantasy, yang mungkin
sama sekali tidak mengadakan cukup research untuk mengindahkan realitas
alkimia (lain halnya dengan the alchemist karya paulo coelho)
Gambaran besar dari alkimia yang sebenarnya adalah
penyempurnaan/pemurnian material agar virtue(khasiat)nya meningkat,
keluar, terbebaskan dari penjara impuritas, sehingga dapat digunakan
sebagai medicine (untuk manusia, hewan, tumbuhan, maupun mineral dan
logam), dengan tujuan penyembuhan maupun inisiasi. Walaupun bisa
dimanfaatkan untuk teknologi tapi tetap saja fokus utamanya adalah
medicine.
Dalam mempelajari alkimia terdapat berbagai rintangan-rintangan
(seperti halnya matematika, fisika, kimia, dan aksara jawa/bali), selain
bahasa inggris (jaman gini gak bisa english!?), rintangan yang paling
pertama kelihatan adalah jargon dan simbol, secara orang awam akan
dibuat bingung karena tidak mengerti arti yang dimaksud dari kata/simbol
tersebut, karena entah kenapa si alkemis menggunakan kata yang sudah
digunakan secara umum, untuk menunjuk suatu substansi khusus (mungkin
seperti menggunakan kata “anjing” untuk menyebut substansi “air kapur”,
jadi contoh ngawurnya seperti berikut= rebus anjing segar sampai tinggal
1/4 volumenya lalu gumpalkan dengan sinar matahari, tuangkan 1 bagian
dengan 6 bagian red wine, minum 1 gelas setiap pagi, kebayang nggak kalo
tu resep dipraktekkan oleh yang gak ngerti?)
Simbol dan jargon dasar yang perlu dimengerti pertama-tama ialah
simbol-simbol dan alias dari seven metals, dan simbol serta pengertian
dari tria essentia = sulphur, mercury, salt, (khususnya mercury, yang
sering bikin bingung). Setelah itu pengertian dari nama-nama operasi
alkimia (segala yang berakhiran -ion), serta pengertian
peristiwa-peristiwa yang terjadi terhadap substansi yang melalui suatu
proses/operasi (analisis resep)
Rintangan berikutnya (kalau berniat praktek) tentu saja adalah
peralatan-peralatan (yang mungkin relatif mahal untuk masyarakat negara
dunia ketiga/terkutuk?), secara proses-prosesnya membutuhkan paling
tidak (kalau mau serius) instrumen dasar laboratorium kimia berupa
gelas-gelas/botol tahan panas (borosilicate) dan sumber panas konstan
yang bisa dipakai (dinyalakan) sekitar 2 minggu sampai 1 bulan nonstop
(pilih yang hemat listrik?)…
Belum lagi bahan baku (khususnya wine, herbal nontropis, dan
logam-logam) yang susah dicari/dibeli, bahkan saking “mahal”nya untuk
ber-alkimia-ria sampai-sampai seorang alkemis menyarankan para alkemis
wannabe untuk menikahi wanita kaya terlebih dahulu (hmm… ide bagus,
betul?… ada referensi?)
Karena itu lebih baik pelajari teorinya dulu sampai benar-benar hafal
dan mengerti, tertanam jelas di dalam hati, baru laksanakan praktek
setelah dana mencukupi (setelah “janda” mencukupi?) untuk menghindari
kesalahan fatal (lebih baik salah saat teori daripada saat praktek) dan
supaya tidak berakhir boros
hah, setelah menuliskan paragraf-paragraf diatas mungkin saya
terlihat seperti ahli alkimia (atau sok ahli), tapi bukan, saya cuma
tahu sedikit, masih belajar, masih banyak yang belum saya mengerti, dan
yang jelas masih butuh dana (dana atau janda?) untuk belajar/praktek
alkimia lebih lanjut.
btw ada yang tertarik belajar alkimia?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar